September 26, 2017

Tentang Kelas Sadar Uang Bisnis

Bismillah…

Saat Ramadhan 1437H yang lalu, saya mendapat sms dari Ki Jendral Nasution. Isinya kurang lebih begini:

“mau garap?”

ada gambar yang menyertai kalimat di atas. Gambarnya adalah screenshot status beliau yang mengajak followernya untuk berinfaq namun tidak dengan cuma-cuma. Bagi setiap yang berinfaq akan dimasukkan ke dalam grup whatsapp khusus dan akan ada diskusi soal keuangan usaha.

Karena saya pernah menulis ebook 19 rahasia keuangan bisnis, selain itu saya juga salah satu teman beliau, diminta untuk mengisi di grup itu.

Awalnya kelas ini bernama Manajemen Uang Bisnis atau biasa disingkat MUB

Namun, seiring berjalan waktu kok dirasa kata ‘manajemen’ begitu menakutkan. Kemudian digantilah menjadi SADAR

Pertanyaan selanjutnya kenapa sadar?

Ya, karena kami melihat masih banyak pengusaha pemula yang gak sadar betapa pentingnya pengelolaan keuangan bisnis mereka. Banyak di antara mereka yang karena gak sadar tadi sering mengeluh “penjualan banyak kok duitnya gak keliatan… kemana ya?”

Bahkan tidak sedikit pula yang harus gulung tikar lebih awal dan dikejar kejar debt collector.

Lalu semenjak saat itu, mulailah kami melakukan kampanye penyadaran pentingnya memahami keuangan bisnis. Tidak ada bisnis yang berumur panjang jika keuangannya berantakan.

Kita tentu sangat ingin bisnis kita bisa terus tumbuh dan berkembang bahkan bisa di wariskan ke anak cucu. Namun untuk menuju ke sana, kenali petanya, dan salah satu peta utama untuk mencapainya adalah lewat kesadaran kita akan keuangan bisnis.

Apa yang saya sharingkan di kelas ini kebanyakan adalah kesalahan – kesalahan yang dulu saya lakukan sehingga menyebabkan kebangkrutan dan kesulitan ekonomi. Apalagi waktu itu saya baru saja menikah dan masih menumpang di rumah mertua. Anda bisa bayangkan betapa terjepitnya saya waktu itu.

Namun, akhirnya saya menyadari bahwa kesalahan mendasar dalam saya mengelola bisnis pertama kesalahan metode penjualan dan kedua kesalahan dalam mengelola keuangan.

Perlahan saya bangkit setelah saya memperbaiki kesalahan – kesalahan itu.

Kami sangat ingin, kesalahan itu tidak lagi kawan kawan lewati. Cukup kami saja yang merasakannya.

Karena itu kami tidak sepenuhnya sepakat dengan ungkapan “habiskan jatah gagalmu agar muncul kesuksesanmu”, kalau bisa belajar dari keberhasilan orang lain, mengapa harus trial and error dan bolak balik gagal. Memang tidak instan, paling tidak meminimalisir % kegagalan.

Alhmdulillah berkat dukungan dari kawan – kawan, kelas ini terus berjalan sampai bulan ini (september 2017) sudah masuk angkatan ke 17 dengan jumlah alumni 1200 ++

Semoga hadirnya kami dapat menjadi jawaban atas kegalauan kawan – kawan, doakan kami dapat terus belajar dan mengajarkan apa yang telah kami pelajari.

Terimakasih.

 

Salam

Bag Kinantan