Berkenalan dengan Free Cash

Pertama sekali berkenalan dengan kata free cash sekitar 2tahun lalu. Sejak mulai menjalankan program khusus di facebook. Waktu itu ada seorang AAM (agak agaknya Mastah) yang sering komen di status – status saya.

Dalam satu kesempatan kami diskusi soal business model. Jujur waktu itu pengetahuan saya soal istilah – istilah bisnis sangat minim. Termasuk salah satu istilah yang amat baru bagi saya adalah business model tadi.

Setelah saya coba baca – baca business model memberikan gambaran bagaimana bisnis kita menghasilkan cash.

 

 

Kembali soal pembicaraan dengan AAM di atas, beliau berencana membuka virtual office di sebuah kota. Alasannya untuk meningkatkan trust dari pasar beliau. Obrolan berlanjut sampai akhirnya beliau mengatakan bahwa “free cash” yang ia dapatkan dari bisnisnya ini minimal 10 juta perbulan.

“free cash lo bang, bukan profit…”

Saya berpikir, apa bedanya free cash dengan profit? Bukankah sama saja?

Nah, saat awal – awal menjual madu, saya memiliki pemasok seorang distributor madu yang lumayan terkenal di Medan.

Dalam obrolan beliau dengan temannya, beliau mengatakan bahwa beliau merencanakan untuk memindakan tokonya lebih ke pusat kota.

Bahkan beliau berencana membeli ruko yang akan di sewanya itu. Beliau bilang bahwa saat ini beliau pegang free cash sebesar 750 juta.

 

 

Ah..ketemu lagi istilah ini.

Di awal menjalankan bisnis, kita memang diminta untuk memfokuskan diri untuk mengejar omzet dan perputaran uang (cash flow) yang lancar lebih dahulu.

Ditahap kedua, kita mulai melirik profit/ laba usaha. Sebisa mungkin untuk ditingkatkan dengan dua cara, meningkatkan harga jual atau menekan biaya – biaya.

Setelah profit kelihatan, maka ada 1 hal yang harus kita lakukan. Membagi profit yang kita dapat menjadi 2 bagian besar. Pertama profit digunakan untuk memperkuat struktur modal usaha. Artinya dari profit kita menambah modal usaha agar lebih besar dan bertumbuh.

Bagian kedua adalah apa yang disebut sebagai Freecash. Uang bebas yang dapat kita gunakan untuk tabungan, investasi atau mau dinikmati untuk pribadi (sebagai bonus).

Sampai sini sudah ada gambaran kan kawan kawan?

 

Please Login to Comment.